Skip to content

Bubur India, Setangkup Nikmat Selepas Puasa

Semarang, Lumpia, dan Bandeng Presto adalah deretan lema yang tak boleh terceraikan. Dua makanan penggugah selera itu sudah menjadi atribut wajib bagi ibukota Jawa Tengah ini. Tapi tahukah Anda, bahwa selain Lumpia dan Bandeng Presto, Semarang juga punya primadona lain? Ketiklah “Bubur India” di mesin pencari, niscaya deretan link yang muncul mengarah pada kota Atlas ini.

Hal yang unik dari bubur tersebut adalah sifatnya yang musiman. Jangan harap bisa menikmati bubur tersebut di luar bulan Ramadhan. Makanan kaya bumbu ini memang disajikan secara gratis sebagai hidangan buka puasa di Masjid Jami Pekojan, Purwodinatan, Semarang Tengah.

Laiknya masakan dari India, bubur tersebut amat kuat aroma rempah-rempahnya. Bawang merah, bawang putih, jahe, daun salam, daun pandan, sere, kayu manis dan santan dimasak bersama 20 kilogram beras di sebuah tungku besar. Perapiannya menggunakan bahan bakar kayu supaya aroma khas bubur tetap terjaga. Proses tersebut butuh waktu sekitar 3 jam.

Takmir masjid mulai memasak bubur setelah sholat dzuhur dan matang ketika waktu ashar tiba. Warga yang ingin menikmati bubur india bisa datang membawa tempat sendiri ke masjid. Dalam sehari, masjid tersebut menyediakan lebih dari 200 porsi dan selalu habis. Kari, sambal goreng rambak, gulai ayam, atau gulai kambing ditambahkan ke mangkuk bubur untuk menambah kelezatannya.

Dengan segala pernik dan rupa campuran tersebut, bubur India adalah santapan lezat berbuka puasa.

Jika Kurma adalah menu utama buka puasa, maka bubur India adalah pelengkap cita rasa bulan yang penuh berkah ini.

Bubur India, Setangkup Nikmat Selepas Puasa

(Visited 92 times, 1 visits today)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *